
Pada hari jum’at tanggal 1 Maret 2013 divis keputrian Al Arief mengadakan Ceria Keputrian Al Arief yang diadakan di ruang referensi Perpustakaan lantai 3 unit 6 Perbanas Institute. Walau hanya dihadiri oleh 7 orang mujadidah Perbanas, tapi Alhamdulillah wa Syukurilah kami dapat mengadakan Ceria Keputrian dengan semangat.
Tema yang dibawakan kali ini adalah “Time management antara Dakwah dan Kuliah” Oleh Ukhtina Wiji Wahyuningsih (Masulah LDK Al Arief Periode 2011-2012). Materi yang sangat bagus sekali disampaikan membuat kita paham akan pentingnya membagi waktu antara dakwah dan kuliah.
Materi “Time Management Dakwah & Kuliah??”
Oleh : Wiji Wahyuningsih
Dakwah adalah SOLUSI
Adalah dakwah sebagai jalan untuk mengajak manusia ke jalan yang benar. Jalan yang diridhoi Allah. Islam mengajarkan para pemeluknya baik kaum muslimin dan muslimat. Seruan untuk mengemban dakwah bersifat umum, tidak ada perbedaan antara laki-laki dengan perempuan. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan permpuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. At-Taubah: 71)
Dakwah dalam bahasa Arab berasal dari da’aa – yad’uu – da’watan yang berarti menyeru atau mengajak. Dakwah merupakan upaya untuk menyeru manusia kepada jalan Islam hingga mereka keluar dari kegelapan.
Serulah manusia ke jalan Rabb-mu (Allah) dengan jalan hikmah (hujjah) dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An-Nahl: 125).
Sebagai seorang mukmin, tentunya tergetar hati kita ketika mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk berdakwah,
”Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya. Mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah dan sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS At-Taubah: 71)
Semua ayat itu menegaskan perintah Allah SWT kepada kaum Muslim dan mukmin untuk melaksanakan dakwah. Bahkan, Allah SWT dalam ayat-ayat tadi menyatakan amar ma’ruf nahi munkar atau dakwah tersebut merupakan karakter orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Perintah dakwah ini hukumnya wajib. Hal ini sebagaimana bisa kita lihat dalam peristiwa ketika Abu Thalib, paman Rasulullah SAW, diminta pembesar-pembesar Quraisy untuk membujuk Rasulullah SAW agar menghentikan aktivitas dakwahnya.
Dengan tegas Rasulullah SAW menjawab,
”Wahai paman, demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan persoalan ini hingga Allah memenangkan perkara ini atau aku mati karenanya, niscaya aku tidak meninggalkan persoalan ini. Dan demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian (memiliki dua pilihan, yaitu) benar-benar memerintah berbuat makruf (amar ma’ruf) dan melarang berbuat mungkar (nahi munkar), ataukah Allah akan mendatangkan siksa dari sisi-Nya yang akan menimpa kalian. Kemudian setelah itu kalian berdoa, maka doa itu tidak akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi).
TIME MANAGEMENT: KEGIATAN DAKWAH & KULIAH
Life about mindset
Jargon ini tampak sangat nyata dan benar adanya. Jika Anda berpikir bahwa Anda bisa berdakwah secara optimal dengan tetap meraih nilai memuaskan, maka Anda akan menjadikan hal tersebut kenyataan.
Fokus pada apa yang dikerjakan
Perjuangan melawan diri adalah ujian tersendiri bagi seorang manusia. termasuk berjuang untuk tetap fokus pada apa yang dikerjakan. Seringkali tantangan yang sering dihadapi adalah, ketika Anda sedang kuliah, pikiran Anda pada tanggung jawab dakwah kampus, dan ketika sedang rapat terkait dakwah kampus, pikiran Anda justru tentang tugas kuliah. Disinilah terjadi diskoneksi antara tubuh dan jiwa. atau separasi antara pikiran dan otak. Apa akibat jika hal ini dibiarkan ? akibat yang cukup sering ditemui adalah ketidakoptimalan Anda dalam melakukan segala hal. Oleh karena itu Anda bisa memulai dengan menyingkirkan hal-hal yang bisa menggangu fokus Anda.
Memperhatikan dan mencatat di kelas
Membiasakan diri untuk memperhatikan apa yang dosen ajarkan di kelas serta mencatat hal-hal yang perlu dicatat bisa memudahkan Anda memahami perkuliahan. Kadangkala dengan hanya memperhatikan dosen sudah cukup membuat kita untuk paham akan sebuah mata kuliah. Selain itu dengan mempunyai catatan pribadi terkait kuliah, maka akan lebih memudahkan ketika dibutuhkan untuk belajar, dan kita juga jadi tidak tergantung pada catatan orang lain.
Mengalokasikan waktu belajar setiap hari
Alokasikan waktu belajar secara rutin setiap harinya, apakah itu di waktu pagi, siang atau malam. Tepatnya alokasi waktu khusus untuk belajar di waktu luang, belajar disini bukan mengerjakan tugas, akan tetapi betul-betul belajar, membaca atau latihan soal terkait mata kuliah tertentu. Sehingga saat menjelang ujian, Anda tidak perlu menggunakan sistem kebut semalam yang membuat hasil ujian tidak optimal. Bisa dikatakan salah satu inti dari menyeimbangkan akademik dan dakwah adalah pada belajar rutin ini. Memang pada awalnya akan butuh perjuangan agar konsisten. Akan tetapi jika sudah bisa dijadikan kebiasaan, maka manfaatnya akan langsung terasa.
Jangan menunda mengerjakan tugas
Jangan pernah menunda tanggung jawab dakwah atau tugas kuliah, karena menunda sesuatu akan berdampak kepada agenda agenda yang lain. Sebutlah Anda menunda sesuatu satu hari saja, maka tugas yang Anda dapat pada hari esok juga akan ikut tertunda. Poin penting dari kenapa harus mengerjakan sebuah tanggung jawab sesegera mungkin adalah karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, tantangan apa yang akan datang besok, dan tugas apa lagi yang akan diberikan kepada Anda besok.
Alokasikan waktu berkegiatan dengan tepat, serta memilih tanggung jawab yang sebanding dengan kapastitas diri
Sesuaikan potensi Anda dengan beban yang Anda emban, jangan sampai berlebihan, karena beban tanggung jawab yang berlebihan akan berdampak pada di efesiensi kinerja, pembunhan karakter dan hasil yang tidak optimal. Bersikap bijak terhadap tanggung jawab yang diberikan, terima tanggung jawab yang sesuai dengan diri, dan tolak tanggung jawab yang sekiranya terlalu membebani Anda. Terkait jumlah tanggung jawab dalam satu waktu juga perlu diperhatikan.
Mempunyai agenda tugas serta checklist catatan tugas
Tools tambahan yang bisa digunakan untuk membantu keseimbangan kuliah dan dakwah adalah dengan mempunyai catatan khusus mengenai jadwal harian dan pekanan, serta to do list , dan beri tanda mana yang sudah dikerjakan. Sehingga Anda bisa melihat dan merencanakan kapan akan menyelesaikan suatu tugas atau tanggung jawab tertentu.
PENDEWASAN DIRI (YES) >< MANJA (NO)
“Jangan sampai KULIAH mengganggu kegiatan di LDK”
Balasannya apa?
“Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguh-nya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl: 97)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.”(QS: Yunus: 9)
Surat Ar-rad : 11
11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah [767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan [768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. [767]. Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. Dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah. [768]. Tuhan tidak akan merobah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.
“Maksimalisasi diri simana pun berada
And
Keep positive thinking”
Wassalam, Jazakillah semoga bermanfaat :)